Redaksi
Jumat, 22 Mei 2026 | 06:51 WIB
BANDUNG BARAT (JagoanBerita).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Amanah (Gapura Amanah) di Halaman Desa Pasir Pogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 24 kabupaten/kota se-Jawa Barat dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha Tahun 2026.
Acara dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail yang mewakili Bupati Bandung Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim selaku ketua panitia, Camat Sindangkerta, unsur Forkopimcam, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutan Bupati Bandung Barat yang dibacakan Wakil Bupati Asep Ismail, disampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah Amanah merupakan program kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, DKPP Kabupaten Bandung Barat, Bulog, Bank Indonesia serta sejumlah pelaku usaha pangan.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pangan dan isu pangan global, terutama terkait dampak inflasi harga pangan," ujar Asep Ismail.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha, mengingat komoditas seperti beras, cabai, dan bawang menjadi penyumbang inflasi terbesar di Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim mengatakan Gerakan Pangan Murah Amanah menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
"Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat terbantu mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah, di antaranya beras premium Rp65 ribu per 5 kilogram, beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp15.500 per liter, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, daging sapi Rp100 ribu per kilogram, serta daging ayam Rp32 ribu per kilogram.
Selain itu tersedia juga cabai keriting, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih dengan harga Rp10 ribu per pack, tepung terigu Rp9 ribu per kilogram, hingga produk olahan seperti sosis dan bakso mulai Rp20 ribu.
Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Bulog, Depo Daging, Ayam Al-Zahirah, Kios Pangan Sri Mandiri, Toko Hijrah Sayur, Gapoktan Karya Tani, serta PT Serena Harsa Utama.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga memanfaatkan program pangan murah tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat dibanding harga pasar.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah Amanah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas harga pangan, menekan inflasi daerah, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.***