Redaksi
Kamis, 21 Mei 2026 | 17:39 WIB
KAB. BANDUNG, (JagoanBerita).— Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026 kembali digelar sebagai ajang pembinaan karakter, mental, sekaligus pencarian bibit atlet pelajar berprestasi dari berbagai sekolah di Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (19–21 Mei 2026) ini mengangkat tema “Talenta Sehat, Bugar, Berkarakter, dan Hebat Melalui Olahraga”. Pertandingan dilaksanakan di sejumlah venue, di antaranya SOR Si Jalak Harupat, GOR Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Gedung Senam Tera Bandung.
Selain menjadi arena kompetisi berbagai cabang olahraga, termasuk bola voli, O2SN juga diharapkan mampu membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, sportif, dan memiliki semangat juang tinggi.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bersama Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet pelajar berprestasi agar siap bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Yusuf Salim, mengatakan bahwa O2SN memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam mental dan karakter.
“Melalui O2SN, kami ingin mencetak generasi pelajar Kabupaten Bandung yang sehat, disiplin, berkarakter, dan memiliki daya juang tinggi. Pendidikan bukan hanya soal pencapaian di ruang kelas, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, sportif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Yusuf Salim.
Ia menilai olahraga pelajar menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, hingga sikap menghargai proses.
“Di lapangan olahraga, siswa belajar tentang kerja keras, menjaga kekompakan, menghormati lawan, serta menerima kemenangan dan kekalahan dengan sikap dewasa. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan,” katanya.
Yusuf menegaskan, para juara O2SN tingkat Kabupaten Bandung akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui sekolah, guru olahraga, pelatih, serta kolaborasi bersama BAPOPSI guna mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Kami ingin pembinaan atlet tidak berhenti setelah menjadi juara kabupaten. Mereka harus terus didampingi dan diberikan ruang berkembang agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi hingga nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAPOPSI Kabupaten Bandung, Dudu Durohimat, menegaskan bahwa O2SN merupakan salah satu fondasi penting dalam mencetak atlet masa depan daerah.
Menurutnya, potensi atlet pelajar di Kabupaten Bandung sangat besar apabila mendapat ruang kompetisi yang sehat serta pembinaan yang serius dan berkelanjutan.
“O2SN bukan sekadar mengejar piala atau medali. Yang terpenting adalah membangun mental, karakter, disiplin, dan semangat juang anak-anak agar mereka memiliki arah, cita-cita, dan kepercayaan diri dalam meraih prestasi,” ujar Dudu.
Ia menyebut banyak atlet daerah lahir dari kompetisi tingkat pelajar dan berkembang menjadi atlet berprestasi berkat pembinaan yang konsisten.
“Anak-anak ini adalah aset masa depan daerah. Jika dibina dengan baik, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi atlet kebanggaan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bahkan Indonesia,” katanya.
Dudu juga mengajak sekolah, guru, dan orang tua untuk memberikan dukungan penuh kepada pelajar yang memiliki bakat di bidang olahraga.
“Olahraga jangan dipandang sebagai kegiatan sampingan. Dari olahraga, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, menjaga kesehatan, membangun mental, bahkan membuka peluang masa depan melalui prestasi,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga harus terus diperkuat agar pembinaan atlet pelajar berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Kami di BAPOPSI akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada atlet-atlet pelajar. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses panjang, latihan yang konsisten, kerja keras, dan dukungan semua pihak,” ungkapnya.
Ia berharap para atlet yang nantinya mewakili Kabupaten Bandung di tingkat Provinsi Jawa Barat mampu menjaga nama baik daerah serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami ingin anak-anak Kabupaten Bandung tampil percaya diri, berani bersaing, tetap rendah hati, dan menjaga sportivitas. Menang memang penting, tetapi karakter dan sikap sportif saat bertanding jauh lebih utama,” pungkasnya. ***